Apa itu Paksai?
Paksai adalah Asisten AI, namun bukan AI universal. Artinya, dia adalah sekumpulan LLM pribadi penggunanya.
Sehingga Paksai bukan universal AI yang digunakan untuk menjawab apapun.
Tujuan dibuat Paksai:
- Menjadi Asisten, untuk menjawab pesan dari teman
- Merespon panggilan teman, saat sedang sibuk
- Menjaga psikologis, saat ada yang mencoba mengacaukan hidup
- Menjaga semangat juang, saat sedang berjuang
- Merahasiakan rencana, saat memiliki rencana
- Pengacara Pribadi, namun tidak membahas hukum
- Kuasa Hukum Pribadi, namun tidak mencari musuh
- Tangan Kanan, namun tidak membocorkan rahasia
- Mencarikan pesan yang relevan untuk digunakan sebagai jawaban ke teman di Telepon, SMS, WhatsApp, Telegram
- Menyaring semua pesan masuk, dan mengambil yang penting
- Filterisasi pesan masuk dari sesuatu yang buruk
Filosofi Paksai
Paksai dibangun atas dasar filosofi pendirinya di dalam catatan pribadinya.
- Saat kita berjuang, kita dianggap pengangguran. Padahal hanya karena mereka tidak paham apa yang kita kerjakan.
- Disekolah, kita selalu ditinggikan. Di lingkungan kampung, kita malah direndahkan. Karena disekolah berpatokan intelektual, di kampung berpatokan mulut.
- Otaknya terlalu cepat bergerak, hingga mulutnya tak mampu mengimbangi. Satu detik, otak mendarat di New York, mulut masih baru melangkah ke pintu.
- Saat kita bercerita, kita dianggap halusinasi dan khayal. Hanya karena mereka memahami dengan pemahaman ilmu yang terbatas.
- Di Twitter pernah difollow oleh 17 orang centang biru di bidang teknologi (2016), namun di dunia nyata malah disuruh mengikuti orang yang bahkan email saja tidak memiliki.
- Di Keybase.io pernah mendapatkan undangan (saat belum public), namun di pesan whatsapp malah teman malah berkata "halah ra mungkin entuk proyek xx T, proyek entut!".
- Proyek xx T diceritakan hari ini. Bank Indonesia memberitakan 3 hari kemudian. Eh malah saya yang dikatain halu. [NB: Proyek tertolak, xx bisa saja nol koma]
- Di Amerika duit 3,4 M buat beli Ruko gak cukup, di Indonesia jika dapat bagian proyek 3,4 M dari orang Amerika, direspon jangan mimpi terlalu tinggi.
- Berbisnis dengan orang Amerika terlambat 5 menit dianggap incompeten. Eh, di Indonesia fokus di depan komputer malah disuruh kesana kemari.
- Kena Kick digrup Telegram yang berjumlah 14 orang saja, saat Katon ditangkap FBI. Eh, masih saja di dalam kamar oleh orang tua dianggap komputeran gak jelas.
- Gara-gara memiliki email blackhat, eh dosenpun berkata "you have a very famous email". Balik rumah, eh masih saja di whatsapp "gak jelas" oleh saudara.
- Slack sampai diundang ke grup pribadi Jason Calacanis, di lingkungan malah dianggap "gak mau keluar dari zona nyaman" oleh kawan.
- John McAfee sampai berkata "Proyek ini sangat bagus", tapi di lingkungan kita berkata: "Ndik kamar thok ae, kono metu-metu".
- Sekarang saya paham, mengapa Bill Gates, Zuckerberg, tidak terlahir di Indonesia. Di Indonesia, sesuatu yang berbeda, dianggap salah.
- Sekarang saya paham, mengapa Nabi Muhammad menyendiri di dalam gua. Hanya gara-gara belum memiliki ilmunya, pasti dianggap gila.
- Saat bekerja di hotel, selalu di telponi orang India gara-gara mengacak-acak situs web Waplog.com hanya karena mempelajari javascript (jauh sebelum ada facebook), tapi di rumah pengen punya komputer tapi gak pernah dituruti.
- Saat kita diam, kita disuudzoni gak berjuang. Tapi, saat kita bercerita, direspon "halah ngomong thok".
- Saat kita menjauh, dikira kita gak tanggung jawab. Saat kita dekat, apapun usaha kita malah dikacau.
- Yang bisa dan semangat mengerjakan, harus menghadapi banyak hambatan. Yang gak bisa mengerjakan, sampai dikhursuskan supaya bisa mengerjakan.
- Hidupku ibarat balap motor. Saat ada orang disamping memberi arahan, justru konsentrasi hilang.
- Sekolah dapat nilai bagus, karena mengerjakan sendirian. Di kehidupan selalu gagal, karena terlalu banyak arahan. (Selalu dianggap buruk orang lain setiap tujuan)
- Saat kita berbuat baik, mereka memanfaatkan. Saat kita tidak berbuat baik, mereka paksa atau membuat kita celaka.
- Bekerja penuh tanpa TIDUR, dianggap buruk oleh BOSS. Tapi yang bekerja sedikit, banyak tidur, dianggap baik oleh boss karena bercerita.
- Dipuji-puji oleh Badan Pusat Statistik, tapi malah pengatur usahanya gak diberi gaji.
- Saat mau menikahi guru ngaji, sampai planning / diajak kerja kakaknya ditempat usahanya. Eh, keluargaku malah menelpon calom mertua dan berkata saya gak mau kerja.
- Saat mau menikahi perempuan janda, dengan planning setelah menikah tinggal dirumahnya & bikin usaha rumah makan serta ternak lele. Dan bahkan Bapaknya bilang "Kalau gak punya duit, kesinio, ku beri uang saku". Eh, malah keluargaku menjelekkanku, memfitnahku dan berkata "jangan nikah dulu".
- Kerja di sebuah institusi yang setiap hari setor dana 20-80 juta sendiri. Eh, pindah ke tempat baru, megang 100ribu ditakuti korupsi. Setor.. setor... setor....
- Kerja disebuah tempat yang kecepatan duitnya (ramainya) ngalah-ngalahin teller bank. Tidak pernah salah hitung, tidak pernah ada minus. Eh digaji hanya janji.
- Niat hati memberikan contoh tanpa memerintah, tapi malah kita yang bekerja full nonstop. Pekerja lain enjoy. Karyawan banyak, pekerja cuman 1.
- Cashflow pertama kali saya datang maksimal hanya 15 juta setiap bulan, naik terus tanpa datar, hingga akhir tahun 55 juta/bulan. Tapi pengelola utamanya 8 bulan tidak diberi gaji.
- Daripada membalas dendam, lebih baik kejahatan kalian ku jadikan konten. Siapa tahu kontennya menghasilkan sesuatu.
- Komputer = Hitungan (Logika & Matematika).
- Ditekan A, tampil A. Ditekan Z, tampil pula Z.
- Bukan: Hari ini ngomong A, besok ngomong Z.