news-id.dailyadvent.com Menyakitkan! Haruskah Kita Membalas Mereka Yang Telah Merendahkan 3-4 minutes Sumber:haslindaastrid.wordpress.com Kita tak bisa lepas dari kata-kata atau kalimat buruk orang yang sering menyakitkan hati. Namun keadaan yang demikian bukan berarti kita membalas bukan. Apalagi rasa sakit itu jika diteruskan akan menjadi luka menganga sehingga rugilah kita. Sebab saat sakit hati kitalah yang menderita. Maaf bukan perkara mudah lagi saat hati merasa dihakimi, dijahati apalagi rasanya menyentuh dalamnya hati. Berbagai ucapan kasar terucap seakan hidup tak akan pernah mati. Kita dianggap tidak sanggup, tidak mampu bahkan dikala berhasil mereka tetap berkomentar jelek. Itu sudah tabiatnya memang jika memiliki kebiasaan menggunjing apalagi mencari kelemahan dan keburukan orang. Balas dendam tentu bukan solusi juga. Membuat jera juga percuma karena mau itu baik atau buruk tetap dicela. Pembuktian terbalik adalah tidak perlu menjawab dengan kata tetapi buktikan secara nyata. Jika kamu dikatakan bodoh buktikan prestasi lainnya. Jika kamu dikatakan miskin buktikan kamu bisa cukup tanpa meminta dan lebih baik lagi kamu bisa kaya. Apabila kamu dijatuhkan anggap saja tidak tahu. Orang-orang semacam ini memang banyak tapi ketika kamu diam dan cukup membuktikan maka diam mereka akan menjadi emas bagi kita. Sumber:rebanas.com Buruk! Memang iya, tapi lebih baik kamu diam dari pada melawan karena semakin dilawan kalimatnya semakin panjang sehingga kamu tetap jadi korban. Jikapun berdebat kamu memang ujungnya tetap kamu rugi dalam hal waktu karena hidup mereka memang dihabiskan untuk memberikan komentar. Jika baik mereka iri jika buruk mereka tertawa. Begitulah hidup manusia. Memungkinkan kamu membuktikan lalu membiarkan mereka begitu saja akan aman. Sebab balasan terbaik bagi mereka adalah pembuktian. Kamu menangis tidak salah ketika diremehkan tetapi jangan berlarut. Sebab orang bahagia itu pilihan dan membiarkan sakitnya lama juga pilihan. Kamu itu tidak pintar, tidak kaya, tidak punya apa-apa kok mau sekolah tinggi? Makan aja susah kok bahagia. Halah, miskin kok rewel, banyak maunya dan seterusnya. Ini contoh kalimat merendahkanmu tapi cara memberi hadiah bagi pembicara adalah buktikan dan tunjukkan kamu berhasil. Tidak usah membalas dengan kata kasar mereka tidak pantas kamu jawab dengan kalimat lisan. Cukup buktikan kamu berhasil. Sumber:me.me Sumber : Pengalaman Pribadi Penulis Opini penulis Pengalaman sekeliling penulis