news-id.dailyadvent.com Inilah Kunci Kebahagiaan yang Sering Diacuhkan 3 minutes Bahagia adalah kalimat menyentuh hati sebab membuat hati berbunga-bunga. Bisa tertawa, senyum hingga tidak ada rasa sepi. Kebahagiaan memang dirindukan oleh semua orang meskipun tidak semua diwaktu sama merasakan. Kesungguhan menjalankan semua keadaan juga menciptakan ketenangan dan penuh rasa ingin nyaman. Sumber:Sanlogs.com Sering kali kita terbiasa dengan berpura-pura bahagia agar sekeliling terlihat baik-baik saja itu bukan bahagia tetapi penyamaran akan luka agar tidak ketara. Karena sesungguhnya bahagia terletak pada nikmat syukur yang kita miliki meskipun orang berkata kamu tidak pantas bahagia. Bukan terletak pada jumlah uang saja namun dibagian lain terbersit ketenangan dalam artian tenang menjalani kehidupan. Tidak dikehar hutang, tidak menimbun beban, tidak menyakiti atau hati isinya kesenangan dengan rasa syukur. Kunci itu terletak dari bagaimana menikmati keadaan bukan menyalahkan jika gagal. Menyemangati meskipun sekedar sesaat daripada diam saja dan murung. Rasa nikmat akan kehidupan saat orang lain berkata kamu buruk tapi hatiku tetep tersenyum. Kamu jelek tapi hatiku "Alhamdulilah masih diberi kesempatan, kesehatan dan nikmat lainnya. Sumber:erapoxxx.blogspot.co.id Kunci Terakhir adalah Menyakini bukan memaki Allah Apalagi orang lain atas apa yang terjadi. Yakin sepenuh hati jika semua kejadian sudah digariskan bukan sekedar sehingga kamu perlu menerima dengan keyakinan bahwa inilah yang terbaik. Jika keyakinan itu ternyata menyakitkan hati itu artinya dirimu sedang dididik menjalani keadaan dengan pasrah. Memasrahkan segala keadaan pada pemilik kehidupan bukan mencari umpan agar terselamatkan namun orang lain diabaikan. Sumber:haruntsaqif.com Jika Allah menghendaki demikian berarti kamu kuat, hebat dan sabar menjalani kesulitan yang ada. Karena diujinya kamu akan meningkatkan derajat. Bukan takaranmu lagi kamu hebat tapi Janji Allah penuh kepastian. Pasti kamu kuat! Sumber : Pengalaman Penulis Pengamatan Penulis dan Opini Penulis