Tidak banyak cerita di sini. Karena sudah diceritakan di tempat lain. Ini hanyalah versi khusus, tiba-tiba di waktu itu aku:
2000
Saat ibu pengen kulkas. Saya pengen Komputer
Saat Mas Har & Mas Sentot pengen sepeda motor.
(Itu diucapkan saat melihat katalog Supermarket Electronic Courts di Singosari)
Mereka berdua berhasil beli sepeda motor. Saya sebagai anak kecil masih SD, pengen komputer.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2006
Membuka internet explorer + mempelajari html.
Zaman itu hanya disket yang dipakai di SMPN 1 Singosari. Tapi sering kali saya bersama Dandong jalan kaki ke jalan Kertanegara untuk menyewa CD. Sedangkan saya tak memiliki alatnya.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2007
Sudah berpikir membeli komputer saat ada perjanjian di Notaris Prima Singosari mengenai pembagian warisan awal yakni 50 + 50 juta dulu. Gak terealisasi sampai detik ini.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2007
Mulai main warnet dengan Yahoo! Messenger. Awalnya rental pengetikan. Karena penasaran apa itu YM!, kliklah di rental pengetikan Kertarejasa. (sebelum jalan raya Garuda Singosari, Malang).
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2008
Hobi baru: ngewarnet. Dan sempat melamun juga, karena warnet di kota yang sangat mahal. Letaknya di Kemirahan 3, belok kanan. Jalan kaki dari rumah. Lalu ada yang lebih murah Pausnet yang selalu ramai dan Next yang terbuka. Bahkan Mbak Rahma berkata "di Next malah diliati orang".
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2009
Mulai nge-Blogger. Karena blogging zaman dulu tidak ada versi mobile, akhirnya mahalnya warnet tidak memadai waktunya. Sampai diguyu Adi karena saya ke warnet membawa catatan. Ya, saya meng-agendakan apa-apa yang akan saya lakukan di warnet. Kalau gak bolos sekolah, gak bakalan dapat tempat duduk. Selalu Full. Btw, meski suka bolos, Pak Pam kaget. Try out yang lolos hanya 2 orang, yakni saya. Pertama kali membuat blog berbahasa Indonesia, tapi gara-gara gak ada pengunjungnya ubah ke blog berbahasa Inggris. Zaman ini mana ada tutorial di Youtube. Adanya di Blogspot.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2009
Oh iya di sini saya juga mengenal Cryptography & Twitter. Saya punya banyak akun Twitter, tapi tak usah sebutkan di sini. Twitter belum ada Bahasa Indonesia. Dan jangan tanya lagi apa kesulitan saya di waktu itu, hashing 1024 butuh waktu 3 jam. Gak kuat warnet.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2010
Mulai mempelajari Javascript PHP.net w3schools dan dianggap hacker oleh orang India. Padahal aku nggak punya komputer. Pengen mempelajari c# tapi gak punya komputer. Pengen belajar bahasa pemrograman python lebih advance (karena di Nokia N70 versi mininal). Tapi masih saja hanya bisa:
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2010
Mengenal bahasa server Node.js. Punya komputer? Tidak. Saya belajar di Nokia N70. Karena saya sangat menyukai JavaScript. Dan Node.js menggunakan runtime JavaScript v8.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2010
Menciptakan Facebook versi Indonesia, dibanned oleh 000webhost. Mulai curiga, sepertinya Facebook milik Zuck membayar web hosting untuk mematikan produk yang mencoba membuat saingan. Facebook original di tahun ini belum https. Dan di tahun ini saya mendapatkan kiriman ATM dari New York, USA. Yang katanya Mbak Dewi sampai nyasar ke rumah Cak Mulyono.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2011
Mulai daftar channel YouTube. Terinspirasi menjadi vlogger sebuah tempat wisata seperti di channel TV si unyil & My Trip My Adventure. Sebab 2011 saya di Labuan Bajo (kota wisata yang pernah muncul di Trans7). Saat itu juga Indian itu masih telpon-telpon karena saya acak-acak web mereka. Hanya memakai PHP.net HTML JS.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2011
Oh iya saya selalu mendaftar hosting gratis, tapi berujung kena banned semua. Lalu mencoba daftar Hostinger Malaysia, 2 jam kemudian kena banned. Dengan alasan terlalu banyak pengunjung. Diwajibkan membeli VPS yang berbayar. Namun, saya tidak mampu untuk itu. Pendaftaran hosting tercepat sepanjang sejarah!
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2014
Mencoba install Node.js di komputer, ternyata komputer saya 32-bit. Sedangkan komputer 64-bit adalah kewajiban penginstalan bahasa pemrograman tersebut. Btw, itu adalah PHP versi tanpa antri. Mengenal project cryptography money: Ethereum, lagi-lagi cuma bisa:
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2015
Nah di sini saya pernah tidak makan 3 hari berturut-turut tanpa henti. Karena tidak mempunyai uang. Hanya bisa menangis dan berharap tidur di samping makam Ibu.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2015
Mengenal: Artificial Intelligence. Ya, saya sampai mengganti nama di Telegram: Paksi AI. Saya sangat tertarik pembuatannya. Bukan konsumen AI. Dan di tahun itu di Telegram tidak ada satupun orang Indonesia. Lagi-lagi komputer high class dibutuhkan di sini. Jauh lebih dulu mengenal sebelum publikasinya oleh ChatGPT di akhir 2023.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2016
Mengenal XRB & Blake2.
Lagi-lagi wajib memiliki komputer mahal 64-bit + sempat ngerjain proyek yang harus menjalankan 12 program bersamaan. Sangat laggy di PC 400 ribuan. Oh iya, di sini saya juga sudah follow akun Twitter Elon Musk karena dulu dia suka masuk hackathon USA. Belum seterkenal seperti sekarang. Belum jadi manusia terkaya NO.1 di dunia. Waktu itu masih Bill Gates.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2017
Ada tim sebuah proyek yang memecat saya karena "incompetent". Bagaimana tidak? Anda berada di lingkungan yang tidak memahami perjuangan. Kita di dalam kamar dengan tim United States, tapi dianggap pengangguran gak mau kerja. Dianggap saja tidak masalah. Tetapi gangguan itu yang menjadi masalah. Bahkan jika ada orang datang saya kerap kali menampilkan layar Trading. Kenapa? Biar mereka gak banyak bertanya dan mengganggu. Karena mereka hanya paham itu saja. Sesungguhnya saya pernah mengucapkan pada Galih: Anda tidak memasang CCTV di depan komputer saya. Anda tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya saya kerjakan. Bahkan saya juga pernah ucapkan terhadap Nurna: Anda hanya tahu saya 1%, Anda tidak tahu 99% Saya. Sebenarnya, bisa lihat kontribusi Github saya. Ya, mereka pergi, saya tidak lagi membuka trading app. Saya hanya melakukan itu, supaya kalian tidak banyak bertanya. Karena ini project, bukan gajian. Kalian pasti mengatakan "gak jelas". Skeptis itu memang diucapkan oleh si Galih.
Dan BOOM. Project itu dibeli Elon Musk & diacungi jempol oleh John McAfee. Jadi paham kenapa saya menjauhi keluarga saya? Kekacauan yang selalu mereka buat. Ini adalah proyek yang pengerjaannya 12000x berpikir. Selalu saya ingin nge-kost pada saat itu. Tetapi gak punya uang.
#Berpikir Andai duit waris gak diambil orang
2018
Mental down. Berusaha memberi motivasi terhadap orang lain di grup. Berusaha mencari semangat hidup kembali. Tiba-tiba bertemu Elik Jombang yang selalu memberikan saya semangat. Sampai mau menikah. Ternyata malah difitnah. Siapa yang fitnah? Keluargaku sendiri. Su'udzon mereka (yang tidak tahu menahu apa planning kita) malah membuat saya mengalami double down. Keluarga mereka oke-oke saja, justru keluargaku yang gak oke. Bayangkan orang tuaku, sudah aku ajak ke sana dengan menuntun beliau karena sudah susah jalan. Tetapi pamanku malah mengacau semuanya. Orang tua dia ditelpon lalu mengalirkan pikiran buruknya sendiri.
#Jadi paham kenapa saya menjauhi keluargaku?
Sudah hakku diambil, Tujuanku dikacau, Visiku dicaci maki, Setiap tindakanku disu'udzoni.
Saat menemukan orang yang PAHAM dan memberi semangat, malah dikacau-kacau lagi.
2021
Mengenal lagi perempuan sampai dia berkata "Kamu ini gak gablek duit. Tapi kok aku tenang dekat kamu". Tidak mau cerita panjang lebar bagaimana dukungan keluarga mereka. Sampai disuruh cepat-cepat menikah bulan depannya. Penting sah. Tapi lagi-lagi sudah bisa ditebak? Keluargaku yang ngacau-ngacau tujuanku.
Kisah-kisah lain; seperti hampir mati dibakar di Malaysia, masuk penjara Malaysia diceritakan di Prasasti sendiri. Intinya ke Malaysia itu jangan dinilai tempatnya. Tapi nilailah pekerjaannya. Benarkah bergabung dengan Tim Malaysia lebih baik daripada bergabung dengan Tim USA?
Kesimpulannya:
Saya ke Malaysia bukanlah sebuah langkah upgrade. Justru itu adalah downgrade.
Saya juga teringat kalimat ini:
"Pak project ini sebenarnya butuh modal. Tapi, saya tahu Bapak gak bisa memodalinya. Karena Bapak tidak memahaminya. Saya hanya minta modal makan, supaya bisa fokus ngerjain project"
Oke, intinya saya sendiri adalah orang yang paling membutuhkan atas hak waris orang tua kandung. Ditambah menurut hukum agama + negara:
Dari beberapa cerita di atas, kenapa yang kita butuhkan selalu lebih mahal:
Yang awalnya hanya ingin komputer biasa, beberapa tahun kemudian mengharuskan komputer 64-bit, ditambah 64-bit ssd, sampai pada komputer yang support multi-container.